0

Resep: Mille Crepes

 Mille crepes atau crepes cake adalah salah satu (dari sekian banyak 😜) dessert  favorit saya, menyantapnya menimbulkan kebahagiaan tersendiri buat saya hihi #lebay, tapi ya ga lebay juga sih karena harga per slicenya ga murah jadi ya memang jarang-jarang saya rela beli si crepes cake ini.

Saking sukanya saya pun berniat membuatnya sendiri, apalagi ketika adik saya menemukan resep mille crepes versi Eugenie Kitchen yang terlihat sangat mudah dan sederhana, tapi selama ini urung dibuat karena belum punya mixer.

Akhirnya resep ini berhasil saya coba setelah saya beli mixer bulan lalu cihuyyy…

Well… Ga bisa dibilang berhasil sih huhuhu… Ya namanya juga baker amatir, untuk bahan saya akui memang sederhana, tapi cara membuat crepes yang tipis itu yang susah, crepes yang saya buat ukurannya beda-beda dengan ketebalan yang berbeda pula, dengan teflon 18cm yang berhasil saya selamatkan cuma 15 lbr 5×10 😝. Kalau di video eugenie menujukkan cara makan mille crepesnya digulung dengan garpu, punya saya ga bisa dong karena terlalu tebal hahaha… Untung saja rasanya masih cukup enak untuk dimakan, yah apa aja enak kalo dikasih oreo 😜

  

Mille Crepes – Sliced

 

Mille Crepes

0

Hu Babbling: Happy April

Maret-April ini judulnya adalah bulan akhir penantian.
Di bulan maret lalu somehow i was very lucky, pas iseng cek tanggal e-appointment pas nemu ada beberapa tanggal yang available di april dan mei (initial date in July ’16 btw), jadilah akhirnya april ini bisa submit PR application. Kan en semua aplikasi lengkap tidak ada yang kurang, padahal udah deg-degan abis pas submit, takut ada aja yang kurang. Sekarang lanjut ke penantian berikutnya, tapi penantian ini deadlinenya masih lama dan harus super pasrah pada kehendak YMK dan ICA 😜

Masih di bulan maret, akhirnya ada juga perusahaan yang mau menerima karyawan foreigner dengan LOC (karena rata-rata perusahaan tidak aware dengan LOC ini dan masih prefer singaporean/PR). Setelah melalui 2 kali interview dilanjutkan dengan proses LOC dari MOM, awalnya saya pede jaya karena HR-nya juga yakin akan diapprove dalam seminggu, ternyata nasib berkata lain dan saya harus merasakan digantung lagi 😭. Perasaan sudah ga karuan selama menunggu (lebih parah rasanya daripada digantung gebetan) sampai-sampai sudah pasrah bila direject, lalu akhirnyaaa setelah 2 minggu uring-uringan telp yang ditunggu tiba juga, LOC diapprove! Hurray! Bukan main leganya.

Akhirnya sekarang kembali lagi aktif bekerja, yang ternyata ga mudah euy, karena jam tubuh harus melakukan banyak penyesuaian, pengangguran yang biasanya bangun siang tidur pagi sekarang harus bangun pagi dan tidur sore, but hey i’m not complaining and really grateful for it 😊 Jia You Hu!