I’m in Love

… with Chen Bo Lin (ι™³ζŸιœ–οΌ‰


Eversince i saw him in Twins Effect in 2004 (oh my it was 12 years ago!), i like him right away, he is different from the other chinese actor, not too thin or fat, dark skin, and his smile plus those dimple 😍😍😍

Eventhough i like him but i don’t really watch all of his movie because i am not a big fans of hongkong/taiwan movie. That’s why i am so happy when there’s news that he will be in chinese version of we got married (ζˆ‘ε€‘η›Έζ„›ε§), what makes me even more happier is he will be couple with Song Ji Hyo! Both are my favourite! Yaaay!!! (Many acclamation to show how excited i am!)

The first episode aired on 20 march, i have watched episode 1-2, and i like it very much! Both of them make me feels like teenager again hahaha… 

Song Ji Hyo just looks the same like she was in Running Man (just way more prettier), thank goodness she did not act cute, partly maybe because she is older than Bo Lin 😝, seeing her in this show makes me like her more 😁😁😁

As for Chen Bo Lin, i never saw him in variety show so don’t know how he would look like (yeah not quite loyal fans 😜). He looks really cool in this show, lovable, charming, manly and just the right amount of handsomness 😍😍, most important is – ga sok kegantengan (i don’t know how to say it in english hahaha). But i do curious-why he likes candles so much??? Go to england and bring back a luggage full of candles instead? That is super weird πŸ€”

Anyway here are screenshots of my favourite scene from episode 1


Ji hyo does sleep anywhere anytime!


When Bolin tease her and she BITE his hand


Getting playful even when they are separated

Watch the 1st episode here

 Here are my favourite scenes from episode 2, i like all the scene in spa actually, they both are hilarious πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Jihyo cracked the boiled egg


Jihyo tricked Bolin but he knew


Bolin felt hot but instead he said he is very cold πŸ˜†

 Watch 2nd episode here
I know it just a show and not real relationship, however they are really really nice and fun to watch, even better than any k-drama, for me they are the best we got married couple i ever watch 😁 

ps: i try to write as many english post as possible to practise my english, so as usual-sorry for the bad english/wrong grammar 😜


Taksi Konvensional VS Taksi Aplikasi

14 March 2016

Pas buka twitter pas lagi rame orang-orang membahas demo supir taksi, setelah saya baca tuntas… Oalaah taksi burung biru itu toh yang demo bahkan sampe sweeping juga *shock*

Yah kenapa harus demo dan sweeping ya, rejeki kan sebenarnya sudah diatur Tuhan dan ga bakal ‘nyasar’ asalkan kita mau berusaha, lagipula menurut saya masih ada alasan untuk menggunakan taksi biasa ketimbang Uber/Grab sih, berikut beberapa menurut pengalaman saya pribadi (sebagian curhat juga ding :p):

  • Melalui kawasan 3 in 1

Kawasan 3 in 1 di jam berlakunya hanya boleh dilalui oleh mobil berisi 3 orang atau lebih dengan pengecualian kendaraan umum berplat kuning, karena uber/grab plat hitam otomatis tidak bisa melalui area tersebut, bisa sih kalo maksain pakai joki, tapi kan harus mengeluarkan ekstra 20 ribu, jadi jaman dulu masih ngantor dan harus naik taksi di jam 3 in 1 saya akan lebih memilih taksi biasa.

  • Tarifnya bisa lebih mahal

Waktu hujan, bechek, ga ada ojhek apalagi buka apps Uber muncul petir cantik 2.5x, sudah pasti lebih pilih taksi biasa yang melintas di depan mata dong ya… (Meskipun yang lewat banyakan taksi occupied hiks)

  • Mau yang pasti-pasti aja

Untuk trip ke bandara subuh-subuh saya lebih prefer order taksi biasa daripada mengandalkan Uber/Grab yang tidak bisa diorder di depan, meskipun katanya driver uber ada 24 jam (saya pernah tes jam 1 pagi memang ada sih) tapi kan serem juga yak.

    • Merasa perlu olah raga/gerak

    Saya masih inget banget malam sebelum long weekend Idul Adha 2012, pulang kerja saya dengan bodohnya mampir ke Central Park-Tanjung duren dan belanja koper size L dan barang-barang lainnya, karena bawaan banyak ga mungkin kan naik busway, ojek bahkan nunggu taksi di jalan raya pun sulit, jadi mau ga mau harus nunggu taksi di mall. Alhasil berdiri (plus geser perlahan) menunggu taksi dari jam 8an sampai jam 11, sampai mallnya tutup bok dan ujung-ujungnya telp ke adik saya, dia naik motor panggilin taksi dari jalan raya untuk masuk ke mall. Benar-benar pengalaman yang mengesankan, mengantri berjam-jam dan syahdu juga karena ditemani alunan takbiran πŸ˜…. 

    Ga cuma di situ sih pengalaman olah raga sembari ngantri saya, selain di CP biasanya di airport juga bisa, jadi kalau merasa kurang fit, butuh olah raga dan kebetulan sedang di CP atau di airport naik taksi biasa aja 😁

    • Kebanyakan uang kecil/receh

    Sangat disarankan kalau kamu punya banyak receh dan sebel karena cuma nebel-nebelin dompet, naik taksi biasa aja pasti kepake, karena banyak supir taksi yang kalau dibayar pake lembaran 50ribu ga punya kembalian, kan lumayan dompetmu jadi ga ketebelan 😝 (note: tapi ga semua begitu sih, masih banyak juga pak supir taksi yang stok uang kecil juga sebenarnya 😁)

    • Tempat tujuan (sangat) dekat

    Saya pernah dicurhatin driver Uber, beliau pernah dapat order untuk trip dari plasa senayan ke… Senayan city (!!!!), padahal dia nyamperinnya dari kuningan (atau kemang saya lupa) kasian pak supirnya ya, udah ratenya kecil ga dikasih tip pula (menurut cerita si bapak). Yah kalau untuk tempat tujuan yang dekat sekali sih memang lebih baik pakai taksi biasa saja, tinggal angkat tangan langsung dapat, ga perlu utak atik ponsel 😊, jangan sampai driver nyamperin jauh-jauh untuk trip seuprit.

    • Koleris abis

    Kalau punya naluri koleris yang suka nyuruh-nyuruh memang cocoknya naik taksi biasa, karena makin hari makin banyak pak supir yang ga jalan dan ga pakai GPS, makanya harus disuruh-suruh “depan belok kiri pak… Trus belok kanan… Yak nanti habis lampu merah belok kanan ya..” dst… dst… 😝

    Sekian saran dan curhat iseng-iseng saya, akhir kata hanya ingin menambahkan… Ga semua supir taksi sama loh ya, semoga keduanya bisa bersaing dengan rukun dan sehat ☺️.