0

Resep: Tahu Bulat Goreng/Abang-abang

Alkisah di suatu hari saya kepingin tahu bulat abang-abang yang teksturnya mirip tahu sumedang, jadilah saya cari-cari resepnya di internet dan ternyata nemu lho! Cihuuy… Β Hebat banget memang internet jaman sekarang nyari apa juga ada.

Sumber resep bisa dilihat di Β sini, sayangnya di resep tersebut hanya ditulis jumlah tahu yang diperlukan tapi tidak disebutkan berapa beratnya, karena ukuran tahu di sini beda dengan di jakarta, akhirnya saya hanya bisa mengira-ngira jumlah tahunya.

Bahannya sederhana dan cara membuatnya pun mudah, mungkin yang sedikit PR hanya lama membuatnya saja, karena adonan tahu harus didiamkan minimal 3 jam di kulkas. Berikut resep yang saya modif sedikit dan cara membuatnya:

Bahan:

  • 15 buah tahu putih (saya menggunakan 400 gram)
  • 3 buah kuning telur
  • 1 sdt baking powder double acting (saya ganti dengan baking powder biasa karena ga punya yang double acting)
  • 3 sdt kaldu (saya pakai 2 sdt kaldu jamur/totole)

Bumbu yang saya tambahkan sendiri:

  • 1 sdt garam
  • 1 sdt merica
  • 1 sdt ketumbar bubuk

Cara membuat:

  • Cuci tahu hingga bersih lalu hancurkan
  • Peras tahu hingga sisa ampasnya
  • Masukkan baking powder, telur dan bumbu, aduk hingga rata
  • Bentuk tahu menjadi bulatan, jika adonan terasa kering dan buyar ketika dibentuk, bisa tambahkan kuning telur
  • Diamkan di kulkas dalam wadah tertutup selama 3-4 jam
  • Goreng tahu dengan api sedang cenderung kecil hingga kecoklatan sembari diaduk-aduk, lama menggoreng kira-kira 10-15 menit
  • Angkat dan tiriskan

Sesuai resep sumber memang tidak menggunakan garam tapi sewaktu saya icip kok rasanya tawar sekali, akhirnya saya tambahkan garam, merica dan ketumbar bubuk, si ketumbar ini sebenarnya cuma iseng ditambahkan sekalian untuk menghabiskan stok, tapi ternyata hasilnya enak juga hehehe… Sayangnya hasil tahu buatan saya kurang bulat, jadi benjol-benjol gitu setelah digoreng, sepertinya sih karena kuning telur yang dipakai terlalu banyak. Yah yang penting rasa kangennya kesampaian deh hihihi…

Tengahnya kopong

Tahu bulat setelah digoreng

 

0

Resep: Martabak Manis

Sebenarnya sudah ada beberapa resep makanan lain yang sudah berhasil saya praktekkan dan harusnya dipost duluan, tapi saya terlalu excited dengan keberhasilan (kecil) saya membuat martabak manis ini, jadi langsung saya post hari ini juga.

Karena baru pindah ke negeri orang perkakas dapur yang saya punya masih tidak banyak alhasil resep kue yang bisa dicoba pun sangat terbatas secara mixer aja tak punya hiks… Suatu hari SIL cerita dia habis bikin martabak manis, cara membuatnya mudah dan bisa pakai teflon, cocok lah buat saya yang serba terbatas ini, saya pun jadi ingin mencoba juga.

Setelah cari resep martabak manis di google, hasilnya? Pusing saudara-saudara @_@ variasinya banyak sekali ada yang pakai ragi/baking powder/double acting bp/baking soda/santan/susu, beda-beda semua pokoknya, kalau hasil google bervariasi begini biasanya saya akan shortlist berdasarkan:

  1. Foto makanan: kalau tidak ada foto biasanya langsung saya skip.
  2. Penjelasan: Langkah pembuatan jelas.
  3. Komentar orang-orang: Banyak orang yang komentar bahwa resep tersebut berhasil dipraktekan.
  4. Bahan: Sudah pasti pilih resep yang bahannya tersedia di super limited pantry saya πŸ˜†

Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba resep dari blog dbento yang selanjutnya kita sebut resep #1.
Penjelasan di blog ini ok banget, sampai ada video youtube segala, ditambah lagi resepnya tidak perlu ragi dan adonan pun tidak perlu didiamkan dulu kayaknya gampang banget hehehe… Hasilnya? Hm… Sarangnya atasnya sih jadi… Tapi bagian dasarnya masih rapet-pet-pet tidak ada lubang sama sekali 😦

kelihatan ya di bagian lipatan tidak berongga

Entah apa yang salah padahal saya sudah ikuti resep sama persis.

Percobaan kedua saya menggunakan resep #2 di shortlist saya dari blog Diana Cahya, kenapa ganti resep?  Karena resep kedua ini pakai baking soda yang ada di hampir semua resep yang saya temukan (kecuali resep #1 yang saya coba di atas), lalu kenapa link ini jadi #2? Simply karena resep #1 penjelasan dan tipsnya sangat detail 😁

Akhirnya saya mencoba bahan resep #2, dikombinasikan dengan petunjuk dan tips dari resep #1, hasilnya? Lumayan! Horeeee… Dengan 1/2 takaran resep#2, cukup untuk 2 x loyang 18cm. Berikut detail resep dan cara membuat:
Bahan adonan:

  1. 125 gram terigu 
  2. 1/2 butir kuning telur
  3. 1/4 sdt garam 
  4. 35 gram gula pasir
  5. 1/2 dari 1/4 sdt vanili bubuk
  6. 175 ml/cc susu cair suhu ruangan
  7. 1/4 sdt soda kue
  8. 1/4 sdt air (untuk dicampur dengan soda kue)

Cara pembuatan:

  • Campurkan bahan #1-5 aduk hingga rata.
  • Kocok dengan whisk sambil masukkan susu cair (#6) sedikit-sedikit, aduk hingga rata dan tidak ada gumpalan.
  • Setelah rata dan bebas gumpalan, diamkan adonan di suhu ruangan, selama 1 jam dan ditutup dengan kain serbet/plastic wrap.
  • Oles loyang dengan mentega/minyak, lalu taburi dengan sedikit terigu, kemudian ratakan/lap dengan tissue.
  • Panaskan loyang dengan api sedang sampai panas sekali
  • Tuang adonan, dengan sendok kuah oleskan adonan ke pinggiran loyang, ini untuk membuat crust.
  • Tunggu hingga meletup-letup, lalu taburi gula pasir sesuai selera, dan kecilkan api sekecil mungkin.
  • Tutup teflon dan tunggu hingga bagian atas adonan matang.
  • Perhatikan jangan sampai crust berwarna coklat yang artinya pantat martabak sudah gosong.
  • Angkat martabak, lalu olesi mentega, tambahkan keju parut dan susu kental manis.
  • Lipat martabak lalu olesi mentega lagi di kedua sisi.

   

Martabak yang sudah jadi

 

Yiippiiee… Bersarang juga akhirnya.. 😁

    0

    ζ–°εΉ΄εΏ«ζ¨‚οΌζ­ε–œη™Όθ²‘οΌ

    Happy Chinese New Year Everyone!

    May all of us have prosperous year ahead.

    Chinese new year was the day that me as a kid cherished the most, lots of hong bao and snack, i got out of bed super early that day just to quickly rush to my mother and grand parents-even without brushing my teeth and baksai still on LOL-just to say “kiong hi”. I don’t think there is any kid who do not like CNY πŸ˜†

    As a teen, CNY for me started to loose its fun though, since i lived with my grand parents which was the eldest in our big family, guest never stop coming by that means dishes also never stop to be washed, it was like a frew flow dishes. 

    In our house we have tradition to stay awake until midnight in chinese new year eve, why? Remember that chinese are not allowed to sweep floor on CNY? Yeap that is the reason of our tradition, we have to do the house cleaning until the very last minute, so it was like Masterchef competition but with cleaning “5…4…3…2…1… Hands off the broom!!” Then the cinderella’s golden carriage turn back to pumpkin πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    After my grand parents passed away those were things i missed dearly…

    Now that i have my own little family here in singapore, i think i shoud start make my own family tradition, i just want to eat durian on every day 1 of CNY 😝!

    1

    Resep: Pempek Vegetarian (versi 2)

    Pempeeek! Agaaaain!

    Yeap.. Kami berdua suka banget sama pempek 😝 Kalau balik ke indo DD pasti selalu makan pempek, dan pulang ke sg juga selalu bawa pempek.

    Ceritanya saya setelah pindah ke sg kangen juga sama pempek, lalu coba praktekin resep yang pernah saya post di sini, tapi karena ga punya baso ikan vege jadinya ga berhasil dan teksturnya keras huhuhu… Akhirnya setelah browsing dan nyobain beberapa resep pempek tanpa ikan vege, hasilnya resep dari blog JTT yang paling tokcer! (Duh bahasanya πŸ˜…).

    Di resep ini bedanya pake telur di adonannya, mungkin fungsinya sama dengan baso ikan vege halus di resep saya sebelumnya, dan karena ga perlu baso ikan vege jadinya lebih ekonomis, maklum harga bahan vege di sg mahal bok 😝

    Berikut resep pempek vegetariannya:

    • 250 ml air
    • 2 sdt garam
    • 1 1/2 sdt kaldu jamur
    • 1/4 sdt merica (ini saya tambahkan supaya lebih wangi)
    • 125 gr terigu
    • 200 gr sagu/tepung kentang
    • 2 butir telur (untuk adonan)
    • 2-4 butir telur (untuk isian)

    Bahan Cuko: sama dengan resep sebelumnya

    Cara membuat pempek:

    • Panaskan air, masukkan garam, merica, kaldu jamur
    • Setelah mendidih masukkan terigu ke air sedikit demi sedikit, aduk dengan cepat hingga menjadi gumpalan seperti lem yang tandanya sudah matang seperti ini

     

    Adonan Terigu

     

    • Matikan api, lalu tunggu sampai adonan hangat, tidak terlalu panas karena akan mematangkan telur, tidak terlalu dingin juga karena adonannya akan keras (tips dari blog jtt)
    • Setelah adonan tepung bisa diuleni dengan tangan dengan nyaman, masukan telur 1 butir dulu, aduk rata setelah rata masukan 1 butir lagi. Si telur ini memang harus dimasukkan satu-satu, saya pernah coba langsung masukan keduanya sekaligus yang berakhir gatot alias gagal total, jadi memang harus sabar.

     

    Adonan terigu setelah ditambah telur

     

    • Setelah telur dimasukan, adonan akan menjadi lebih lembek, yang artinya waktunya memasukkan tepung kentang/sagu. Masukkan sedikit demi sedikit sambil uleni dengan tangan sampai semua bahan tercampur rata dan tidak begitu menempel di tangan.
    • Bentuk dan isi dengan telur mentah sesuai selera, jangan lupa lumuri tangan dengan tepung sagu sebelumnya supaya adonan tidak lengket di tangan
    • Didihkan air yang sudah dicampur sedikit minyak untuk merebus pempek
    • Rebus pempek selama 15-20 menit.

     

    pempek setelah direbus

     

    • Setelah matang, diamkan pempek sampai permukaannya tidak terlalu basah, kalau pempek masih basah adonan akan lengket ke kuali ketika digoreng.
    • Goreng dengan api sedang

    Pempek setelah digoreng


    Btw, sejauh ini saya belum pernah berhasil membuat pempek dengan isian 1 butir telur, susah sekali euy, telur selalu bocor dan akhirnya adonannya tidak bisa ditutup. Akhirnya saya menyerah, yah gapapa deh biar bisa makan lebih banyak karena kalau 1 pempek diisi 1 telur artinya saya hanya bisa makan maksimal 2 potong pempek kan πŸ˜† (setiap orang hanya boleh makan max 2 butir telur per hari).

    Ada cerita lucu soal bikin pempek ini, awal coba-coba bikin pempek, saya belanja bahannya di Fair Price (semacam hypermart di indo), di sana ada buanyak macam tepung Β seperti high protein, self-rising flour, cake flour, dan masih banyak lagi yang lebih beragam daripada di jakarta, tapi dari berbagai variasi tepung yang tersedia, hanya ada 1 merk tepung yang (menurut saya) mirip sagu yaitu Sagoo


    Hasilnya? Gagal hahaha πŸ˜† jadinya keras, waktu itu saya kira mungkin resepnya yang ga ok.

    Satu kali saya pengen coba bikin lagi tapi kehabisan tepung sagu, DD lalu berbaik hati menawarkan untuk beli di mini market di bawah rumah-semacam indomaret rumahan gitu, udah ngarep-ngarep… Ternyata baliknya DD ngeluarin whole wheat flour yang mana sama aja dengan terigu *tepokjidat*.

    Kesimpulan: never trust your grocery shopping on man hahaha… Tapi setelah saya coba cari sendiri sih memang di ketiga mini mart yang ada di bawah tidak ada satu pun yang jual tepung sagu yang dimaksud.

    Dari blog JTT juga akhirnya saya tahu kalau sagu bisa digantikan dengan tepung kentang (potato flour bukan yang potato flake) yang teksturnya memang sama dengan sagu, keset-keset bikin ngilu gitu deh, tapi lebih halus daripada sagu (saya bisa tahu karena mantan anak toko sembako hoho), dan untungnya tepung kentang ini dijual di mini market, ternyata tepung kentang lebih beken daripada sagu di sini hihihi.

    0

    Daily Hu: Addicted to 2048Β 

    12 little box that is sooo addictive.

    It is very simple yet (unbelievable) addictive. Many friends got bored of it already, but not me. Honestly i got bored at the beginning as well, but after accomplished 2048 reaching 4096 looks more viable hahaha…

    There are many version available in android and iOS, there are some version that has ‘undo’ option, but i prefer the one that don’t have it because it’s more fun and challenging, ‘undo’ is a bit like cheating for me, plus i would not have the weird feeling like when i accidentally move 1 box which ended the game arrghh @&*#*<!

    I did not remember when was the first time i reach 2048, i just remember i tried very looong time since 2048 to get to 4096 which i FINALLY completed around 27 weeks ago (according to my IG post)   

     

    After that i keep trying, travelling overseas did help with this game as you can play it offline plus those annoying ads will not appear when you turn off your cellular service (actually iphone user can set it off also). After hundreds attempt, reaching 2048 was very easy-i even can get to 4096 several times but still hard though.. Until one day i amazingly and surprisingly get the 8192 πŸ’ƒπŸ»πŸ’ƒπŸ»  

    Actually it is not something to be bragged about, as when you click the hashtag #2048 there are so many people who achieve more than i did.

    16348.. Wait for it!