0

PK

“Ci nonton PK yuk!”
Pikiran pertama yang terlintas cuma, “Alamak.. film india kan panjang, bisa duduk sampe pegel”. Tapi karena teman saya ini memaksa akhirnya saya ikuti juga. Sampai di Gading XXI tepat 1 jam sebelum jam tayang tapi ternyata studionya sudah hampir full, hanya tersisa 1 baris depan dan ujung kanan-kiri baris kedua dari depan. Duh, seumur-umur saya cuma pernah 1x nonton di baris depan dan itu pun bikin kapok, apalagi ini film india pula yang panjangnya lumayan *sigh*, tapi lagi-lagi karena teman saya memaksa yah saya menyerah (dan memang film lain tidak ada yang menarik juga).

Tapi ternyata film ini benar-benar menarik, dialognya lucu dan membuat saya tertawa hampir sepanjang film. Film ini mengangkat issue agama dan tokoh agama di india. Jadi menurut PK, agama di dunia itu seperti perusahaan dan pemuka agama ibarat manajernya (bener juga ya), saya sangat suka 3 hal dari film ini:
– Ketika si PK mencari Tuhan dan akhirnya mencoba semua ritual agama/aliran di India (banyak bok), dan ritual-ritual ini bertentangan satu sama lain yang akhirnya membuat dia bingung.
– Konsep ‘Wrong Number’, jadi menurut dia Tuhan itu bisa salah sambung hihihi…
– Ketika PK ngubek-ngubek bayi untuk mencari label agamanya

Major downside dari film ini menurut saya justru ada di bagian hampir akhir (yang sepertinya harusnya klimaksnya) karena malah fokus ke love story yang cheesy yang didramatisir =.=, tapi entah lah sepertinya selera saya yang agak unik, karena si bagian klimaks ini berhasil membuat teman saya nangis bombay hahaha..
oiya dan tentunya lagu-lagu, film india tanpa nyanyi itu seperti rujak tanpa bumbu kacang, di film ini total ada 4 lagu yang berdurasi lumayan panjang dan 2 musik pendek, teman saya yang lain sempat tertidur di bagian nyanyi-nyanyi ini hahahha…

In summary, this movie is worth to watch, ga rugi udah mutusin buat nontonnya (ya iyalaaah hampir 3 jam! hahaha)

pk

0

Unload

Why does it feel so good to get rid of things.. to unload, because when we see how little we actually need to survive, it makes us realize how powerful we actually are, to strip down to only what we need

Deleting my notes on my phone and found this quote, I forgot to write down the source.
It’s true that we often forget that we don’t actually need that much to live. But that’s human… That makes us human :p
So.. Ready to unload?
Mari bersih-bersih!

image

0

preparation#1 – bridal survey

Awalnya saya mengira karena wedding saya ini intimate wedding yang notabene kecil ukurannya, maka printilan yang harus dipikirkan akan berkurang, tapi ternyata saya salah saudara-saudara! Mumetnya persiapan wedding tetap buanyak zzzz… Karena buat saya wedding preparation ini perjuangan besar jadi saya memutuskan untuk menuliskan perjalanan saya untuk persiapannya, yah lumayan untuk dikenang di kemudian hari hihihi..

Vendor yang pertama yang kita deal adalah untuk bridal. Why? Maunya sih cari tempat dulu, tapi apa daya mama mau kita nikah di hari bagus sedangkan ‘buku pintar’ untuk 2015 masih belum ada, jadi belum bisa tentuin tanggalnya. Yah beberapa orang mungkin meremehkan ‘Hari gini masih percaya begituan?’, apa boleh buat ya, ortu tetap harus dihormati, dan asal mereka hepi saya sih ga keberatan selama ga menyusahkan 🙂

Jadi, sebagai capeng yang ga berpengalaman, bingung dong harus mulai dari mana, secara yg namanya bridal itu puluhan jumlahnya di jakarta n tangerang. Akhirnya datang lah saya dan adik ke pameran wedding, hasilnya?
pusiiing >.< Akhirnya berkat 2 pameran dan rekomendasi teman, berikut shortlist pilihannya, (btw list dan opini di bawah ini amat-sangat subjektif dan berdasarkan azas kira-kira :p):

1. Divine Wedding & Photography – Pantai indah kapuk (https://www.facebook.com/divinewedding)
Booth divine yang pertama kali kami datangi di pameran yang pertama kali kami datangi juga, lokasinya kebetulan pas di pintu masuk jadi ya coba-coba mampir deh meskipun baru pertama kali denger namanya. Foto dan albumnya ok, foto make upnya juga bagus, gaunnya lihat sepintas juga ok, harga paket masih menengah lah ga terlalu murah tapi ga terlalu mahal juga. Beberapa minggu kemudian saya datang ke tempatnya di PIK untuk coba gaun dan menurut saya bagus-bagus gaunnya, ada yang semi mermaid dan halter neck juga jadi modelnya ga ball gown semua. Belakangan baru saya tahu, katanya divine ini awalnya dari photography dulu baru melebar ke bridal

2. Kaneta Wedding Boutique – Pluit (https://www.facebook.com/KANETA.Boutique?sk=wall)
Booth kedua yang kami datangi di pameran pertama, yang saya suka disini, meskipun kami datang berdua tapi marketingnya menjelaskan dengan detail paketnya, waktu itu juga ada paket prewedding ke luar negri yang menarik banget ($_$) sayang saya kurang suka dengan make upnya, gaunnya pun sangat bling-bling. Untuk harga kisarannya hampir sama dengan Divine

3. Ritz Taipei – PIK (http://www.ritztaipeiwedding.com)
Booth ketiga-pameran pertama, Ritz ini bridal dari taiwan, saya tertarik karena hasil foto dan make up teman saya ok banget, yah khas bridal taiwan yang katanya soft banget. Tapi sayangnya waktu kami datang dilayani oleh marketing baru, jadi kurang begitu meyakinkan sewaktu menjelaskan paket-paketnya. Harga paketnya masih lebih mahal karena item-itemnya lebih banyak dari divine dan kaneta, tapi jujur item-itemnya ga akan saya pakai juga.

4. Ivory bridal – Taman sari (http://www.ivorybridal.com/)
Bridal ini direkomendasikan teman, katanya kalau sudah kesini susah pindah ke lain hati LOL.. Tapi saya akui memang benar sih, waktu coba gaunnya.. alamak takjub sendiri hahaha.. gaunnya bisa bikin kita terlihat lebih kurus dikiiiit XD waktu saya datang ke bridalnya pas ada bride juga, jadi keliatan make upnya pun tidak terlalu tebal, dan hairdonya bagus. Tapi sayang.. memang di dunia ini UUD (ujung-ujungnya duit) dengan harga paket yang lebih mahal tapi itemnya lebih sedikit, memang harga ga bohong ya 😦

5. White Bridal – Gajah Mada (http://www.bridestory.com/white-bridal)
White bridal ini katanya ‘turunannya’ Yohanes bridal, hasil dari pameran kedua. Dari harga, paketnya termasuk murah, foto rekanannya pun ok, tapi sayang ketika saya coba model gaunnya terlalu bling-bling dan ball gown.

Setelah berkelana ke bridal-bridal di atas, akhirnya saya memutuskan untuk memilih Divine. Keputusan ini murni berdasarkan feeling saja, mungkin ada efek bridal pertama yang didatangi juga-entahlah hahaha.. memang sudah kadung kecantol sama foto prewedding dan studionya yang bagus-bagus juga gaunnya yang masih sesuai selera saya, jadi gelap mata :p. Saat menulis post ini, saya sudah selesai foto prewedding, dan kalau lihat hasil dari kamera masih descent-lah untuk ukuran saya dan DD yang kaku-kaku macam robot hahaha!

Oya.. Sebenarnya ada bridal lain yang menarik dan banyak dipilih pengantin lain seperti catherine, JJ dan gester. Tapi karena pertimbangan lokasi di tangerang, semua bridal di kelapa gading langsung saya coret karena terlalu jauuuuuuh… :p

0

w.e.d.d.i.n.g

After years (feels like hundred years for me :p) being asked the ultimate question “kapan nikah?”, finally now i get to prepare my own wedding! ha! Do i feel excited? NO! hahhahaha..

Unlike other normal girl who has their own wedding dream, i never have one lol. As i’m getting older and wiser, I know how preparing a wedding can be very stressful, causing many troubles, also often hear stories how couple broke up only because of tiny-little-not-important wedding issue. So even when i’m still single, i had told my mom that if i decide to marry someday i will not have a wedding reception, it’s really not worth the money, effort and time, my mom just answer ok easily. Buuuut.. i know she will not give up so easily.. *sigh*, and here i am preparing a small reception for family only- as the result of my negotiation with her.

I thought smaller wedding will be easier, but eventually not, as my wedding will not be a normal gigantic wedding with minimum 300 guests so it’s quite hard to find a descent venue, there are also many questions from relatives because many ceremonial item that will be removed from the run-down list, i start to receive questions “kenapa ga ada ini? kenapa ga ada itu? aneh dong klo ga ada ini?” when i explain the list to my families *sigh*, but it’s fine as long as dd and i can stick to the plan *grin* 😀